ternyata punya bisnis kalau masih kecil2an tidak berlaku teori “kebebasan waktu” secara mutlak, apalagi “kebebasan finansial”. Memang hanya ngantor empat hari seminggu, bisa ambil cuti kapan saja kalau mau (cuti tidak identik dengan liburan lho), habis subuh tidur lagi sampai jam 9, tapi ketika di kantor yang hanya empat hari seminggu itu bisa kerja dari jam 6 pagi dan selesai kerja jam 2 dini hari. di rumah, aslinya masih kerja sama persis seperti di kantor. hutang pun masih banyak, kerjaan teknis ikut ngerjain dari a-z, dari nawarin produk-bikin-kontrol-sampai nagih, dikejar-kejar klien ngalah-ngalahin karyawan diuber-uber bos. hihi…
Nasib … nasib, begini kalau masih jadi entrepreneur kelas teri.
Judul yang bagus dan memang menggambarkan aktivitas kita selama ini di Media Citra.
Tapi inikan cuma sesaat mas aji… tenang aja… klo semua sudah melewati level me-manage dan lanjut ke delegatif, minimal kerjaan jadi sedikit berkurang.
Nikmatin ajah…. daripada No Work Can’t Play (coz no income….hehehe)
Salam
mada
Entrepreneur at Heart and Soul
http://www.mahadaya.com
Oleh: mada "mahadaya" on Desember 7, 2007
at 9:17 am
Judul yang bagus dan memang menggambarkan aktivitas kita selama ini di Media Citra.
Tapi inikan cuma sesaat mas aji… tenang aja… klo semua sudah melewati level me-manage dan lanjut ke delegatif, minimal kerjaan jadi sedikit berkurang.
Nikmatin ajah…. daripada No Work Can’t Play (coz no income….hehehe)
Salam,
Mada
Entrepreneur at Heart and Soul
http://www.mahadaya.com
Oleh: mada "mahadaya" on Desember 7, 2007
at 9:18 am